Sabtu, 27 Desember 2008

HENY SMKN 2 TUBAN

HENY SMKN 2 TUBAN
dengan mengakses web ini saya akan memberi beberapa trik belajar akuntansi dengan mudah cepat dan menyenangkan

KHABAR GEMBIRA

Telah hadir ditengah-tengah kita website ini sebagai media pembelajaran di lingkungan civitas dan keluarga besar SMK Negeri 2 TUBAN. yang merupakan web pribadi seorang guru yang telah lolos sertifikasi dan sudah menikmati hasilnya,selain itu perlu diketahui bahwa sosok Ibu Heny, lengkapnya Dra. Heny Indriana,MM. juga telah 2 kali meraih predikat "guru berprestasi" tahun 2006 dan 2007.

PRO-KER SEKOLAH

PROGRAM UMUM PENINGKATAN KINERJA SEKOLAH

1. Komponen Kurikulum dan PBM / Proses Diklat

Komponen Kurikulum dan PBM / Proses Diuklat merupakan komponen utama yang perlu mendapatkan perhatian, mengingat Kurikulum adalah merupakan pedoman serta arah untuk penyelenggaraan dan pelaksanaan serta proses diklat.
Oleh karena itu perlu adanya kelengkapan Administrasi Kurikulum untuk semua Program Keahlian yang dibuka; Adanya Kebijakan Lembaga meliputi strategi kegiatan diklat. penentuan batas kelulusan, penetapan program unggulan serta system evaluasi yang diterapkan; dan terselenggaranya evaluasi.

2. Komponen Organisasi, Administrasi dan Manajemen.

Komponen Organisasi, Administrasi dan Manajemen adalah komponen yang bersifat kelembagaan. Untuk keterlaksanan penyelenggaraan sekolah yang optimal perlu adanya perangkat kelembagaan yang memadai disertai penggerakan semua perangkat yang ada sesuai dengan tupoksinya.
Oleh karena itu untuk semua perangkat kelembagaan perlu adanya Struktur Organisasi yang jelas disertai dengan uraian tugasnya; Adanya program sekolah yang terukur dan di susun dengan melibatkan semua unsur sekolah serta terlaksana; Adanya Ketatausahaan yang tertib dan teratur dan terlaksana.


3. Komponen Sarana Prasarana.

Komponen Sarana Prasarana adalah komponen penunjang untuk keterlaksanaan proses pembelajaran/diklat yang tidak bias dianggap ringan, karena berkaitan dengan pembiaya baik untuk pemeliharan maupun pengadaan. Sebagai komponen penunjang dalam penyelenggaraan sekolah diperlukan adanya kesesuaian antara tuntutan kebutuhan dengan pengadaan, mengingat adanya perubahan Kurikulum.
Oleh karena itu perlu Menganalisis kembali kebutuhan; Mendata ketersediaan sa’at ini; Penataan kembali Sarana Prasarana yang ada; Melaksanakan Perawatan, Perbaikan dan Pengembangan Fasilitas.

4. Komponen Ketenagaan.

Komponen Ketenagaan adalah komponen Internal yang bersifat dinamis, dimana tingkat dan jenis kebutuhannya mengikuti perubahan-perubahan baik secara kualitas maupun kuantitas. Ketenagaan berkaitan erat dengan pengelolaan dan penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) baik untuk tenaga edukatif maupun untuk tenaga Tata Usaha.
Oleh karena itu perlu menganalisis dan mendata kembali personil yang ada agar ada kesesuaian antara penugasan dengan Kompetensi masing-masing personil. Juga melaksanakan pembinaan secara terprogram dan pengembangan SDM yang sesuai dengan tuntunak kebutuhan.

5. Komponen Pembiayaan.

Komponen Pembiayaan adalah komponen penunjang yang sangat di butuhkan untuk keterlaksanaan program kerja sekolah. Untuk pembiayaan penyelenggaraan sekolah tidak cukup jika hanya mengandalkan dana pemerintah, mengingat alokasi dana pendidikan yang di anggarkan oleh pemerintah relatif kecil.
Oleh karena itu diperlukan sumber dana lain dari berbagai sumber yang memungkinkan serta dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan sekolah, disamping itu adanya pengelolaan dana seselektif dan seefisien mungkin juga pengadministrasian keuangan yang baik tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.

6. Komponen Peserta Didik/Siswa

Komponen Peserta Didik/Siswa adalah merupakan obyek dalam penyelenggaraan sekolah, dimana peserta diklat di didik dan di latih untuk memperoleh keahlian tertentu sesuai dengan Program keahlian yang dipilihnya. Untuk dapat menghasilkan tamatan yang berkualitas dan memiliki daya saing dan daya suai di pasar kerja serta dapat mengembangkan keterampilannya dan mandiri, memerlukan penanganan yang serius.
Oleh karena itu perlu adanya kebersamaan semua unsure sekolah ( Guru, Wali Kelas Guru BP/BK, Pembina siswa, Ketua Bidang Keahlian, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah serta Staf Tata Usaha ), mulai dari system penerimaan siswa baru yang lebih selektif, penanganan siswa di sekolah, pembinaan siswa yang terprogram dan terarah serta menumbukan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang mengarah kepada tumbuhnya persaingan yang sehat diantara siswa. Dan sa’at senantiasa menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

7. Komponen Peranserta Masyarakat

Komponen peranserta masyarakat adalah komponen Eksternal yang keterlibatannya sangat diharapkan dalam penyelenggaraan sekolah, apalagi saat ini oleh pemerintah pusat telah di gulirkan penerapan Manajemen Berbasis Sekolah ( MBS ) yang harus dilaksanakan oleh semua sekolah.
Oleh karena itu perlu membentuk Organisasi di luar sekolah yang memiliki keterkaitan dengan sekolah dan dapat membantu sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Organisasi Eksternal yang telah resmi menjadi pasangan sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan adalah Majlis Sekolah; dan Komite Sekolah. Keberadaan Organisasi tersebut harus di dorong untuk aktif dan dapat memberikan kontribusi baik bersifat moril maupun meteril, mulai dari kegiatan penerimaan siswa baru, Proses Diklat baik di sekolah maupun di DU/DI, Kegiatan Unit Produksi, Pelaksanaan Evaluasi, Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi, sampai kepada Pempatan Tamatan di DU/DI.

8. Komponen Lingkungan Sekolah

Komponen lingkungan sekolah adalah komponen penunjang yang perlu mendapatkan perhatian dari semua warga sekolah, karena lingkungan sekolah dapat mempengaruhi situasi dalam pelaksanaan proses diklat di sekolah.
Oleh karena itu perlu memaksimalkan tim/petugas khusus di sekolah yang telah di tunjuk untuk mewujudkan keterlaksanaan 7K ( Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan dan Kerindangan ) di bawah koordinasi WKS Sarana Prasarana. Serta danya komitnen dari semua warga sekolah untuk melaksanakan 7K di sekolah.

9. Komponen Unit Produksi

Komponen Unit Produksi adalah komponen yang keberadaannya diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembiayaan penyelenggaraan sekolah, terutama untuk kesejahtraan personil. Untuk itu di setiap Bidang Keahlian harus ada Unit Produksi yang mampu memberdayakan seluruh potensi yang dimilikinya.
Oleh karena itu seluruh Unit Produksi di setiap Bidang Keahlian harus memiliki program kerja yang nyata dan dapat mengoptimalkan penghasilannya melalui kegiatan produksi, dan pelayanan jasa.